Fenomena Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan Penipuan Penggandaan Uang

Beberapa hari ini kita dikejutkan dengan berita di televisi mengenai kasus pembunuhan 2 pengikut padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan juga dugaan penipuan dengan modus “penggandaan uang” yang juga disangkakan kepada pimpinan padepokan tersebut.

Tak tanggung-tanggung kerugian yang diderita para korban hingga ratusan miliar bahkan kabarnya mencapai angka triliunan. Kasus ini menjadi semakin besar karena disinyalir para pengikutnya tidak hanya dari golongan masyarakat biasa namun juga melibatkan tokoh2 masyarakat, elit politik, perwira dan pejabat tinggi negara, bahkan para kaum terpelajar seperti dosen dan doctor.

Belum tuntas kasus ini ternyata ada lagi kasus yang serupa yaitu kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang dukun gadungan pengganda uang di Depok bernama Anton Hardiyanto (35) terhadap 2 orang korbanya yang tak lain adalah pasien sang dukun dengan motif ingin menguasai harta korban.

Kedua korban yaitu Shendy (26) dan Ahmad (20) dibunuh dengan menggunakan kopi beracun yang telah dicampur sianida. Korban telah menyetor uang hingga puluhan juta sebagai mahar dan syarat untuk dinggandakan hingga beberapa ratus kali lipat. Namun setelah ditunggu hingga beberapa tahun uang tersebut tidak juga seperti yang dijanjikan oleh pelaku. Bahkan uang korban raib dan diduga digunakan oleh pelaku untuk membayar hutang pribadinya. Lelah ditagih janji oleh sang korban ditambah sang pelaku yang ingin menguasai mobil mewah sang korban. Akhirnya sang pelaku gelap mata dan tega membunuh kedua korban dan membuang mayatnya di dua lokasi berbeda.

Dari kedua kasus ini kita dapat belajar bahwa kita harus berhati-hati dengan penipuan yang mentasnamakan penggandaan uang terutama yang diharuskan menyetor MAHAR terlebih dahulu entah itu untuk pembelian uborampe atau semacamnya.

Disini saya juga tak henti2nya mengingangatkan agar selalu berhati-hati dengan penipuan semacam ini. Karena penipuan saat ini sudah sangat2 meresahkan bahkan saya pun juga tidak terlepas menjadi korban oleh oknum2 yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan penipuan mengatasnamakan saya pribadi (Ki Joko Sasongko). Salah satu contoh adalah web penipu jokosasongkoo.wordpress.com yang merupakan web phising dan penipuan dan saya sudah melaporkan kepada pihak berwajib karena telah mencatut nama saya dalam melakukan penipuan.

Data penipu :

No. HP penipu : 081523841936
Email penipu : jsasongko44@gmail.com

Di dalam web ini tertulis bahwa siapa saja yang ingin mendapatkan bantuan Kyai Abdul Hasan Markawi diharuskan menyetor 5 juta rupiah sebagai mahar. Padahal saya sudah mengingatkan berkali-kali seperti dalam postingan Penipuan Mengatasnamakan Ki Joko Sasongko, disitu berkali-kali saya menulis bila ada yang meminta mahar dimuka silahkan anda lapor kepada Polisi karena saya juga berpuluh kali mengingatkan bahwa saya dan Kyai Abdul Hasan Markawi tidak pernah meminta menyetor mahar dimuka entah itu untuk pembelian uborampe atau sejenisnya. Logikanya bila mampu menghadirkan uang hibah mengapa mesti meminta mahar terlebih dahulu, kenapa tidak pasien sendiri yang harus mencari syaratnya dan bila sudah benar-benar terwujud hasilnya (dana hibahnya) dan terbukti kebenarannya maka terserah pasien untuk memberikan seikhlasnya sebagai ucapan terima kasih, itupun juga dari uang hasil ritual. Seperti yang saya tuliskan sejak postingan saya yang pertama dalam blog ini.

Gara-gara penipu ini yang mengaku dari kota Pare-pare, Sulawesi Selatan, sayapun sampai jauh-jauh mendatangi alamat yang diberikan oleh si penipu dengan tujuan untuk menyelidiki/ingin tahu siapa sebenarnya penipu ini sekaligus melaporkannnya kepada pihak berwajib, namun setelah saya datangi ternyata alamat tersebut tidak ada alias fiktif. Akhirnya sayapun melaporkan kasus ini di Kota Pare-pare (kantor polisi terdekat dengan alamat yang diberikan si penipu) dengan harapan agar kasusnya dapat lebih diperhatikan karena saya khawatir bila saya melaporkan penipuan ini di kantor polisi di tempat saya tinggal maka laporan saya kurang diperhatikan karena diluar area yuridisnya atau karena tempatnya jauh dari si penipu.

Berikut bukti surat laporan kepolisian dari Polres Pare-pare :

surat_laporan_polisi

Surat Laporan Polisi untuk Penipuan dengan Mengatasnamakan Ki Joko Sasongko

Tak henti-hentinya saya ingatkan bahwa penulis yaitu Ki Joko Sasongko hanya memiliki satu blog ini saja yaitu danahibahgoibdermawan.wordpress.com dan tidak memiliki blog/web lain. Jadi bila ada orang yang mengaku sebagai saya di web/blog lain bisa dipastikan itu adalah penipu. Selain itu saya juga mengaharapkan agar berhati-hati untuk akun facebook yang mencantumkan foto2 saya dan mengaku sebagai Ki Joko Sasongko. Sebab saya sudah menghapus akun Facebook saya dikarenakan banyaknya penipu yang berpura-pura menjadi KI JOKO SASONGKO dengan menggunakan foto saya maupun Kyai Abdul Hasan Markawi. Oleh karena itu bila ada akun facebook yang mengaku sebagai KI JOKO SASONGKO maka dapat dipastikan itu adalah akun facebook penipu yang berpura-pura sebagai saya.

Lalu bagaimana bila ada yang tertipu dengan menyetor uang mahar atau semacamnya di muka kepada penipu2 ini..?

Karena saya sudah mengingatkan berkali-kali seperti dalam tulisan saya sebelum-sebelumnya, agar jangan pernah percaya apalagi menghiraukan bila ada oknum yang berpura-pura sebagai saya yang menawarkan bantuan untuk penggandaan uang maupun menghadirkan dana hibah gaib dengan meminta uang di depan untuk pembelian uborampe atau semacamnya entah melalui transfer bank, western union atau lainnya. Maka saya tegaskan segala kerugian yang disebabkan oleh oknum2 penipu tersebut adalah bukan tanggung jawab saya. Karena anda sendirilah yang memilih menjadi seorang yg (maaf) “bebal” dengan tidak mau mendengarkan ribuan nasehat baik dari saya dan lebih memilih perkataan dusta dari penipu.

Jadi saya sarankan bila memang sudah ada yang merasa tertipu dan dirugikan, maka saya berharap untuk melakukan hal yang sama seperti saya, yaitu melaporkan kepada pihak berwajib agar dapat diproses secara hukum untuk memberikan efek jera kepada oknum2 yang tidak bertanggung jawab yang telah mencatut nama saya dan KYAI ABDUL HASAN MARKAWI sehingga tidak ada lagi korban-korban lain dikemudian hari. Dengan adanya bukti2 dari anda yang merasa telah tertipu dan banyaknya laporan maka pihak kepolisian akan lebih memperhatikan dan lebih serius dalam menangani kasus ini dan pelaku sebenarnya dapat tertangkap. Terlebih lagi Polisi saat ini tengah gencar memerangi penipuan berkedok penggandaan uang setelah mencuatnya kasus Dimas Kanjeng.

Karena sejak awal blog ini dibuat yaitu 4 tahun yang lalu, murni bertujuan untuk membantu anda yang sedang dalam masalah keuangan dan bukan untuk menambah masalah anda, seperti yang dilakukan oleh para PENIPU BERKEDOK PENGGANDAAN UANG yang banyak diberitakan di televisi saat ini.

Update terbaru.

Berikut saya lampirkan bukti transfer korban yang telah tertipu oleh Ki Joko Sasongko palsu. Menurut korban, transfer dikirim ke nomor rekening yang menurut penipu adalah nomor rekening anak saya yang bisa dipastikan itu adalah nomor rekening penipu sendiri yaitu atas nama Irfandi Rata, no rekening Bank Mandiri 1510007305151.

Bukti_transfer_korban

Bukti Transfer dari korban

Berikut bukti transfer dari korban di Taiwan

bukti_transfer_korban_taiwan

Bukti transfer korban dari Taiwan

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Laman FB Penipuan Dana Hibah Gaib dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Fenomena Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan Penipuan Penggandaan Uang

  1. Khaerul Anwar berkata:

    Assalamu’alaikum wr wb……mohon maaf ki joko sasongko.sya ingin memastikan apakah ini benar nomor hp nya kyai abdul hasan markawi…..?082292624716…..sya dpat info ini d misteri online.tolong informasi n bantuan ki joko sasongko.di kontak sya,atas bantuannya sya sampaikan terima kasih.wassalam wr wb

Silahkan Ceritakan Masalah Anda dan bila ingin menghubungi admin blog ini silahkan tinggalkan no HP. Kami tidak mempublikasikan komentar yg disertai no HP untuk menjaga kerahasiaan anda.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s